Banyak orang yang berbisnis pada awalnya karena terpaksa, atau coba-coba. Terpaksa karena di-PHK sehingga harus mulai berusaha cara memperoleh penghasilan. Terpaksa mencari bisnis sampingan karena gaji tidak mencukupi kebutuhan keluarga. Mereka terjun lansung tanpa ada yang memandu. Di antara mereka ada yang berhasil, namun banyak pua yang jalan di tempat. Bisnisnya tidak memberikan hasil keuangan seperti yang diharapkan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru akhirnya malah menguras uang tabungan atau bahkan banyak yang akhirnya gulung tikarvdi tengah jalan.
Seringkali mereka tidak merencanakan secara matang ketika berbisnis, tidak memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pebisnis. Keinginan cepat berhasil yang menggebu tiba-tiba dihadapkan dengan masalah demi masalah. Bisnis yang tadinya berjalan lancar, seolah menjadi tidak bergerak, segitu-gitu saja. Sementara ancaman persaingan yang semakin ketat kian mengancam.
Meskipun ada yang mengatakan kalau berbisnis yang penting take action,namun take action tanpa perencanaan sangat berisiko. Pengetahuan segmen yang dituju, bagaimana target segmen mengakses informasi produk yang dijual, bagaimana cara konsumen memperoleh layanan prodok/jasa yang ditawarkan, bagaimana memastikan kepuasan pelanggan atas layanan produk/jasa yang ditawarkan dan segudang pertanyaan lain yang harus diantisipasi sebelum memulai bisnis.
Setiap bisnis yang telah berjalan, pasti memiliki proses bisnis, walaupun proses bisnis tersebut ada yang tertulis dan tidak tertulis. Usaha kecil pada umumnya belajar lewat pengalaman dan proses bisnis terbentuk secara alamiah dalam upayanya menjalankan bsnisnya dan memenuhi harapan pelanggannya.
Sebagai contoh misalnya bisnis keripik singkong. Proses bisnis yang ada di dalamnya dimulai dari proses pengadaan bahan baku, produksi, pengepakan dan peyimpanan produk jadi sampai dengan pemasaran dan pengiriman produk kepada pelanggan. Proses bisnis dalam usaha keripik singkong satu dengan lainnya bisa sangat berbeda, tergantung dari model bisnis yang ingin dikembangkannya.
Model bisnis menggunakan on-line marketing akan sangat berbeda dengan model bisnis yang menggunakan jalur distribusi konvensional ke toko-toko grosir atau pengecer. Model bisnis yang dipilih disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki.
Untuk itu diperlukan pemahaman target market dan model bisnis yang sesuai serta penjabaran proses bisnis yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis nantinya. Hal ini penting untuk memotong waktu belajar, mempunyai arah dan tidak terombang-ambing ketidakpastian ketika terjun ke dunia bisnis.
Lalu apa beda antara model bisnis dengan proses bisnis? Model bisnis adalah profit formula, yaitu adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan pelanggan, melayani dan mendapatkan uang darinya. Bisnis model adalah kerangka aturan dan “moral” yang sangat penting dimana bisnis dijalankan. (Jim M JD., 2013). Sementara proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Jadi proses bisnis sifatnya lebih teknis dibandingkan bisnis model. Proses bisnis secara praktis adalah bagaimana sesuatu diselesaikan (proses transformasi input menjadi output) dalam sebuah organisasi (bisnis) (sumber “Business Process Modeling, Simulation, and Design”, oleh Manuel laguna dan Johan Marklund, 2005)..
Contoh jenis bisnis model adalah sebagai berikut:
Jenis Model | Deskripsi | Contoh Produk dan Perusahaan |
| Razor and blades | Konsumen membeli produk dengan margin rendah seperti razor dan printer. Penjualan barang habis pakai seperti penggantian pisau cukur (blade) atau tinta yang dijual dengan harga tinggi. | Gilette, Hawlett Packard printer, Kuerig coffee maker. |
| Inverted razor and blades | Berlawanan dengan razor dan blades, pembelian pertama mempunyai margin tinggi tetapi konsumsi selanjutnya dijual dengan margin rendah untuk memikat pembelian pertama kali. | Apple iPod & iTunes kombinasi. |
| Multilevel marketing | Pengaruh jaringan perkawanan, keluarga dan personal lainnya merekomendasikan sebuah produk dan bertindak sebagai tenaga penjual. Sangat bagus untuk produk yang membutuhkan fasilitasi rekomendasi pembelian. | Avon, Amway. |
| Suscription model | Salah satu model yang sangat populer karena menghasilkan penghasilan berulang. Secara khas menciptakan suatu asset yang signifikan dan menyewakan bagian darinya. | Klub kesehatan, software sebagai sebuah layanan. |
| Franchise | Menjual hak untuk menggunakan model bisins yang ditukar dengan prosentase penghasilan. | |
| Productization of services (Produksi layanan) | Menstandarisasi antisipasi sejumlah layanan secara bersama-sama dan dijual dengan harga tertentu yang mirip dibandingkan hanya satuan layanan. | Konsultan mengenakan biaya $5.000 untuk analisa business plan dibandingkan men-charge Rp$200 per jam dibayar dimuka untuk rencana legal. |
Layanan produk (Servitization products) | Menjadikan produk sebagai bagian dari layanan yang ditawarkan. | Roll-Royce menjual mesin pesawat bukan sebagai komponen yang dibedakantetapi sebagai solusi lengkap berdasarkan jarak penerbangan. Semua fungsi operasi dan perawatan termasuk di dalam rencana “Power by the Hour” |
| Direct sales | Melewati saluran penjualan tradisional langsung kepada target pengguna akhir. Metode termasuk penjualan door to door dan toko-toko milik perusahaan sendiri. | Kirby Vaccums, girl Scout cookies, outlet mall stores. |
| Cut out the middle man | Menghilangkan perantara dalam rantai pasok. autoZone menghilangkan tiga langkah distribusi dengan melewati gudang distributor. | Dell computer, farmer’s market |
| Freemium business model | Produk ditawarkan gratis.secara khusus 8% pengguna mengupgrade menjadi berbayar barang-barang virtual atau untuk mendapatkan akses lebih. | Angry Birds, shareware software, Mc Afee security |
Masih banyak model bisnis lainnya selain dari yang telah disajikan. Informasi lengkap dapat dilihat pada buku “Business Model for Dummies” oleh Jim Muehlhauseb JD (2013) diterbitkan oleh John Wiley & Sons, Inc.
Sementara itu proses bisnis secara umum dapat dikatakan memiliki karaktristik sebagai berikut:
- Definitif à memiliki batasan, input dan output yang jelas.
- Urutan à terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang
- Pelanggan à Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
- Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
- Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
- Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
Proses bisnis memberikan gambaran bagaimana transformasi output dihasilkan dari input yang diberikan. Secara khusus transformasi dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Fisikal,sebagai contoh bahan baku menjadi produk jadi
- Lokasional, sebagai contoh jasa layanan transportasi airline.
- Transaksional, sebagai contoh perbankan dan tranformasi cash menjadi saham oleh perusahaan pialang.
- Informasional, sebagai contoh transformasi data keuangan menjadi bentuk informasi laporan keuangan.
Perspektif transformasi sederhana memberikan gambaran bentuk dasar sehingga disebut gambaran proses sebuah perusahaan (lihat gambar 1). Berdasarkan perspektif ini, setap entitas organisasi atau bisnis dapat dikategorikan sebagai sebuah proses atau serangkaian jaringan proses.

Gambar 1. Model transformasi sebuah proses
Gambar 1 merupakan langakah awal yang sangat berguna untuk memahami pentingnya proses bisnis. Bagaimanapun untuk tujuan detail analisis dan desain proses transofrmasi itu sendiri, kita perlu pergi lebih jauh dan melihat di balik suasana, ke dalam kotak model “proses” sehingga kita dapat berbicara jenis proses, hirarki dan tujuan arsitektur proses..
Kotak proses tersebut akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Ada berapa kategori tipe proses bisnis menurut ruang lingkupnya dalam sebuah organisasi akan kita bedah dalam tulisan selanjutnya. Semoga tulisan ini dapat memotivasi kita semua untuk tertarik mendalami proses bisnis usaha kita. Yang pada akhirnya akan berujung kepada omset dan profit yang kita nikmati. Salam Hii… (HH)
